Pemanasan global telah menjadi salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi pada abad ke-21 ini, dimana pemanasan global sendiri merupakan peningkatan suhu udara rata-rata permukaan Bumi yang disebabkan oleh panas yang diterima dari Matahari terperangkap oleh gas-gas rumah kaca. Perubahan iklim merupakan dampak dari pemanasan global mengacu pada perubahan suhu dan pola cuaca dalam jangka panjang. Perubahan ini bersifat alami, sejak periode 1800-an aktivitas manusia telah menjadi pendorong utama perubahan iklim, terutama dengan pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara dan minyak Bumi) yang menghasilkan gas yang memerangkap panas. Suhu yang lebih hangat lambat laun mengubah pola cuaca dan mengganggu keseimbangan alam yang normal. Hal ini menimbulkan banyak risiko bagi manusia dan semua bentuk kehidupan lain di Bumi.
Perubahan iklim menyebabkan terjadinya perubahan pola hujan, pergeseran awal musim hingga intensitas hujan dalam setiap musimnya akan mengalami peningkatan/penurunan. Perubahan polah curah hujan dapat memicu terjadinya bencana alam seperti banjir, longsor hingga kekeringan. Selain bencana alam, perbuhana pola curah hujan juga akan berdampak terhadap pertanian. Para petani akan dipaksa untuk mengganti jenis tanaman yang ditanam mengikuti pola curah hujan kedepannya. Perubahan jenis tanaman ini akan sangat berdampak pada ketahanan pangan di wilayah Bali dan masyarakat pun harus beradaptasi dengan perubahan yang akan terjadi.
Klik disini jika halaman pdf dibawah ini di tampil