Hujan es merupakan fenomena hidrologi yang dapat terjadi pada masa peralihan musim. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Frisby dan Sansom (1967), fenomena hujan es di wilayah khatulistiwa (tropis) seperti Indonesia, bukan hanya angin yang berperan penting seperti di wilayah lintang tengah, melainkan juga karena faktor lain seperti faktor orografis, topografi wilayah, dan faktor lokal lainnya.
Pada tanggal 01 November 2024 lalu, fenomena hujan es (Gambar 1) yang terjadi di kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, ramai menjadi perbincangan masyarakat di sosial media. Hujan es yang berlangsung sekitar 10 menit disertai hujan lebat dan angin kencang meninggalkan jejak berupa butiran es di atap rumah, pekarangan, dan jalanan.
Klik disini jika halaman pdf dibawah ini di tampil